Hadapi Serunya Kontestasi 2024, DPC PDIP Karanganyar Tolak Caleg Karbitan

0
117
Ketua DPC PDIP Karanganyar, Bagus Selo / Foto: Beni Indra

loading...
Loading...

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Menghadapi serunya kontestasi politik serentak nasional 2024, DPC PDIP Karanganyar memastikan akan mengusung Calon Legislatif (Caleg) berkualitas dan menolak Caleg karbitan atau dadakan. 

Komitmen itu dilakukan guna meraih target kemenangan pada Pileg 2024, sekaligus Pilkada Karanganyar yang waktunya hampir bersamaan.

Ketua DPC PDIP Karanganyar Bagus Selo menegaskan,  Caleg karbitan berpotensi bukannya mendulang suara atau menambah perolehan kursi,  namun sebaliknya,  justru berpotensi mengurangi suara karena tidak memiliki kompetensi bertarung secara politik.

Apalagi jika Caleg karbitan tersebut hanya bermodalkan uang tanpa menguasai kompetensi sebagai politisi, hal itu jelas berpotensi kalah bertarung berhadapan dengan Caleg dari partai lain yang memiliki kompetensi.

“Mohon maaf kami pengurus DPC PDIP Karanganyar sedari sekarang berkomitmen bulat mengusung Caleg yang memang berkompetensi unggul dalam segala hal dan itu banyak muncul dari kader internal, ” ungkap Bagus Selo, Rabu (16/9/2021).

Untuk itu menurut Bagus Selo,  DPC PDIP Karangangar terus memproses pendidikan politik kader agar kelak saat pencalegan benar-benar unggul bertarung pada 2024.

Bagus Selo yang juga Ketua DPRD Karanganyar itu menjelaskan,  pihaknya  sudah mengantisipasi Caleg karbitan yang hanya titip nama karena dia punya uang. Namun setelah jadi wakil rakyat lupa kader partai.

DPC PDIP Karanganyar  menginginkan Caleg PDIP harus benar-benar menjadi kader partai yang berjuang untuk kepentingan partai dan rakyat.

“Kami tidak ingin hanya karena Caleg karbitan punya uang lalu bisa membeli kursi ataupun nomor urut  partai,” tegasnya.

Terkait Pilkada Karanganyar 2024,  Bagus Selo menjelaskan jika saat Pileg para Caleg ini mampu menaikkan perolehan suara, maka menjadi modal bagi DPC PDIP untuk bertarung merebut kursi Bupati.

Namun jika Pileg hasilnya tidak maksimal,  tentu menjadi pekerjaan berat bagi partai untuk merebut kursi bupati. Beni Indra